![]() |
Lihatlah guratan mata dan binaran dimalam yang kelabu ini, sungguh, sungguh perih rasanya. Apakah kau rasakan yang kian terbesit diulu hatiku, senja?
![]() |
Ketika kau berlabuh pada peruntuannya, kau akan tersadar bahwa ialah lembayung yang enggan menghampirimu. Bias dan samar membaur tersihir telak olehmu.
Itukah engkau?, yah aku melihat bayanganmu. Cukup jelas tertangkap di kornea mataku. Aku tahu pasti kau menepati janji dimalam fanamu itu!.Dahulu kau mengira kita akan menjadi satu seperti kepingan yang berbalut binaran indah menyelusup dan mengkristal, katamu.
Mataku menyempit mencari celah sampai ketitik peraduannya menyimak seluruh penjuru demi melintasi bayang yang kian menyergap. Penggap rasanya, melintasi sejumput aroma halus tubuhmu yang kian mengembara.
Kau kah itu senja?, tolong ampuni semua kabut yang menyelebungi bebauan malam kendati menyeringgit kalbuku ini. Usirlah mereka senja!, kataku.
Kabut ini, yah kabut ini adalah air mataku yang sedari dulu. Didetik perpisahan kita. Mereka akhirnya menguap lalu menyeruak hingga berkelabuh dalam kabut.
|
Semua yang kulontarkan sama perihal jiwa dan sanubari ini, letih dan ringkih. Disatukan dalam kata-kata yang berpola bak permaisuri. Maaf ku buat ini khusus untukmu,senja. Sungguh. {KIY} |






No comments:
Post a Comment
Hi! Join us for my account twitter @kameliaonta. Have fun! ;)