Tuesday, July 31, 2012

Berlalu Lalu Samar



Sungguh andai kau bersitkan rasa itu kepadaku
Aku takan menengadah maupun meluapkan semua ini kepadamu
Aku takan menganggap kau ilusi ataupun sekadar ilustrasi
Aku  takan ingin kau tersimpur dan kaku melayang dijati diri
Menepis dan menyelipkan jemarimu dalam untaian belati

Kau tahu aku bukanlah kau
Kau tahu aku bukanlah kau
Tapi……….
Aku adalah gadis yang kau tunggu di silam satu tahun
Aku adalah diri yang lelah tersipuh dan rapuh
Yah aku adalah gadis yang kian kau mimpikan
Tapi aku bukan apa yang kau inginkan,
Sungguh!

Sekarang kau ingat siapa aku?
Yah…………….
Aku pemimpimu, Senja 
{KIY}

Sunday, July 29, 2012

Untukmu Dariku, Senja!


Lihatlah guratan mata dan binaran dimalam yang kelabu ini, sungguh, sungguh perih rasanya. Apakah kau rasakan  yang kian terbesit diulu hatiku, senja?


Ketika kau berlabuh pada peruntuannya, kau akan tersadar bahwa ialah lembayung yang enggan menghampirimu. Bias dan samar membaur tersihir telak olehmu.

 Dahulu kau mengira kita akan menjadi satu seperti kepingan  yang berbalut binaran indah menyelusup dan mengkristal, katamu.
Itukah engkau?, yah aku melihat bayanganmu. Cukup jelas tertangkap di kornea mataku. Aku tahu pasti kau menepati janji dimalam fanamu itu!.

 Mataku menyempit mencari celah sampai ketitik peraduannya menyimak seluruh penjuru demi melintasi bayang yang kian menyergap. Penggap rasanya, melintasi sejumput aroma halus tubuhmu yang kian mengembara.

 Kau kah itu senja?, tolong ampuni semua kabut yang menyelebungi bebauan malam kendati menyeringgit kalbuku ini. Usirlah mereka senja!, kataku.

Kabut ini, yah kabut ini adalah air mataku yang sedari dulu. Didetik perpisahan kita. Mereka akhirnya menguap lalu menyeruak hingga berkelabuh dalam kabut.



Foto ini kusunting sendiri,style yang sangat simple dan nyaman,hanya itu tujuanku!;)

Semua yang kulontarkan sama perihal jiwa dan sanubari ini, letih dan ringkih. Disatukan dalam kata-kata yang berpola bak permaisuri. Maaf ku buat ini khusus untukmu,senja. Sungguh. {KIY}